Pulsa termurah, bisnis internet, dealer pulsa, distributor pulsa, sms gratis, bisnis terbaik
Article

Bunuh Mertua, lalu Minum Racun

PONOROGO l SURYA Online- warga RT 01/RW 02, Dusun Jatisari, Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo geger tatkala Mbah Katiyem (80) ditemukan tewas dengan kepala berdarah, serta tak jauh darinya Saji (51) menantunya tewas dengan mulut berbusa, Kamis (21/4).

Dugaan sementara Katiyem tewas dikepruk martil oleh Saji, lantas lelaki yang sedang ditinggal istrinya menjadi TKW di Taiwan itu bunuh diri minum racun.

Tak ada yang tahu persis bagaimana peristiwa itu terjadi, lantaran hanya dua orang itulah yang tinggal di rumah tersebut. Kedua jenazah kali pertama diketahui Kuwat (34) pada Kamis (21/4) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kemenakan Katiyem itu bermaksud menjenguk bibinya yang 10 hari lalu baru pulang dari rumah sakit lantaran tangannya patah. Ketika tiba di rumah korban, semua pintu rumah tertutup rapat, sehingga Kuwat harus memanggilnya berulang kali, namun tidak ada jawaban.

Penasaran, Kuwat mengintip dari jendela. Betapa kagetnya dia, melihat gips yang masih membalut tangan Katiyem berlumuran darah. Kuwat lalu memanggil dua tetangganya, Banan Triatmojo dan Manto. Bertiga mereka lalu menerobos pintu.

Ketika mereka berhasil masuk di ruang tamu, mendapati Katiyem sudah tewas di sofa, sementara di belakangnya tergeletak martil yang diduga digunakan untuk menghabisi nenek renta itu.

Spontan mereka bertiga mencari Saji, karena hanya laki-laki itulah yang menemani Katiyem di rumah. Ternyata mereka mendapati Saji tergolek di kamar tidurnya dengan mulut berbusa. Di dekatnya ada sebotol obat pembersih lantai, serbuk kapur barus, dan bekas pil obat sakit kepala satu tablet dengan isi empat pil yang masih tersisa satu.

Berdasarkan penyelidikan polisi di lokasi, penyebab tewasnya Katiyem memang karena dipukul kepalanya dengan benda tumpul. Korban ditemukan dalam posisi telentang dengan hidung ambles ke dalam dan di kening ada tiga lubang bocor karena martil. Polisi juga menemukan bercak darah yang sama dengan darah Katiyem di kaus warna hitam dan celana pendek hitam yang dikenakan Saji.

“Untuk pastinya kami masih menunggu hasil olah TKP dan visum rumah sakit. Karena tidak menutup kemungkinan keduanya sama-sama korban pembunuhan. Tapi, hasil olah TKP, darah di baju pelaku sama dengan darah korban,” papar Kapolres Ponorogo, AKBP Yuda Gustawan.

Mengapa Saji tega menghabisi mertuanya? Katiyem dan Saji sebenarnya sama-sama menderita stroke, dan sama-sama tidak bekerja. Saji yang pawang ular itu menderita stroke sehingga bagian tubuh sebelah kanan mati. Dia mengandalkan kiriman uang dari istrinya yang sejak 10 tahun lalu menjadi TKW.

Bukan rahasia bagi tetangga, antara Katiyem dan Saji sering terlibat perselisihan. “Saji sering diomeli karena hidupnya bergantung anak korban,” ujar seorang kerabat kedua korban, Mujiono (45). Kepala Dusun Jatisari Agus Riadin (30) menambahkan, sudah biasa jika Katiyem dan Saji cekcok mulut sehari-hari.

Di rumah itu sebenarnya masih ada anak Katiyem yang lainnya, Suntari dan suaminya Surjono. Namun, keduanya tengah pergi ke Ponorogo saat peristiwa itu terjadi.

Jenazah kedua korban dikirim ke kamar mayat RSUD dr Hardjono, Kabupaten Ponorogo untuk divisum. Sedangkan, rumah korban ditutup sementara, oleh petugas dengan memasang garis polisi. Puluhan warga sekitar berdatangan ke rumah korban, menyampaikan bela sungkawa, meski jenazah kedua korban belum kembali.wan

Incoming search terms:

Related posts:

  1. Ditinggal Istri Sedih, Lalu Bunuh Diri
  2. Minum Kopi Keliru Oplosan Racun Hama
  3. Putra Mubarak Alami Depresi dan Mencoba Bunuh Diri Minum Racun
  4. Patah Hati, Pekerja Taiwan Tewas Minum Racun
  5. Bos Wanita Dirampok, Dibunuh, lalu Dibakar
  6. Dikira Kopi, Petani Minum Racun Serangga Hingga Tewas
  7. Ibu Tewas Minum Obat Puskesmas
  8. Minum Obat Kuat, Mbah Sukar Malah Tamat
  9. Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Jakarta Meningkat
  10. Mahasiswi WM Dibunuh Lalu Dibakar


No comments yet.

Leave a Reply